Biaya Nikah di KUA Tebet

Kata orang-orang nikah itu mahal. Bukan cuma resepsinya, tapi juga pencatatannya. Apa iya? Dari artikel yang ini dan yang itu, aku baru tau kalo sebenernya biaya pencatatan pernikahan sudah diatur oleh pemerintah yaitu dalam PP Nomor I/2000 dan SK Gubernur Nomor 169/087.417 yang seharusnya berlaku untuk seluruh Jakarta. Berdasarkan peraturan tersebut, biaya yang dibutuhkan untuk pencatatan pernikahan yang dilakukan di luar KUA cuma 85 ribu aja. Sementara untuk pernikahan yang dilakukan di dalam KUA bisa lebih murah, cuma 35 ribu rupiah. Kenyataanya?



Kenyataannya banyak KUA yang nakal, memaksa calon pengantin untuk merogoh kantong lebih dalam. KUA Kecamatan Tebet salah satunya. Estimasinya, tarif pencatatan paling tidak 100 ribu rupiah, ternyata mereka mematok harga sebesar 150 ribu. Itu belum termasuk jasa penghulu. Selanjutnya dari meja pendaftaran pencatatan nikah, calon mempelai akan digiring ke kantor pimpinan KUA. Di sana calon pengantin ditanya-tanya, soal tempat nikah, pekerjaan calon mempelai, pekerjaan orang tua, dan besar mas kawin, yang saya duga untuk menebak-nebak kelas sosial calon mempelai.

Untuk biaya penghulu, rupanya KUA Tebet punya tarif sendiri yang didasarkan pada kelas sosial hasil tebakan tadi. Jika menurutnya calon mempelai berasal dari kelas menengah, dia mematok tarif 600 – 750 ribu rupiah. Jadi, jika Anda berasal dari kelas menengah dan mendaftar di KUA Tebet, maka uang yang perlu Anda siapkan berkisar 750 – 900 ribu rupiah. Bukan main 8->

Pantes aja banyak pasangan yang menikah secara siri, dalam artian menikah tanpa pencatatan oleh negara. Selain karena prosesnya yang berbelit, biayanya pun cukup tinggi. Apalagi kalo salah satu dari pasangan berasal dari luar kota, mereka harus menyiapkan dana tambahan lagi untuk membuat Surat Pindah Nikah di KUA kota asal mereka. :roll: Kira-kira kenapa tarif pencatatan bisa setinggi itu ya? Kenapa ngga gratis aja seperti pembuatan KTP? Kan pemerintah yang butuh catatan/data penduduknya, bukan calon mempelainya yang butuh :entah:

 

Gambar comot dari: http://niatnikah.files.wordpress.com/2011/04/nikah3.jpg

92 Comments

  1. fie on June 17th, 2011

    haha, betul mba’ fiy.. nikah aja skrang ribet…

    [Reply]

    phiy Reply:

    dan mahal [-(

    [Reply]

  2. 3sna on June 17th, 2011

    wah… kalo tambahin 100rb lagi jadi sama deh dengan yang di ps.minggu :D belum nanti ngasi pegangan lagi buat si pengulu di hari H… hahaha… emang keuntungannya disitu sepertinya

    [Reply]

    phiy Reply:

    wow? Pasar Minggu 1 JUTA? :-O

    [Reply]

  3. choirunnangim on June 17th, 2011

    B-) kalo jalanna pernikahan dibuat ribet.. lama2 orangga pada mau nikah, kawin ia

    [Reply]

    phiy Reply:

    nikah, tapi ogah dicatet :D

    [Reply]

  4. horizonwatcher andre on June 18th, 2011

    hm..ternyata lebih mahal dari perkiraanku, pantesan di tv2 ada acara nikah massal bagi orang miskin, mana mampu mereka bayar uang sebanyak itu…Terima kasih buat artikelnya..Salam kenal

    [Reply]

    phiy Reply:

    yap, orang ga mampu pasti kesulitan utk memenuih tarif di atas. Apalagi klo harus pulang kampung utk bikin surat pindah nikah dulu, ngongkos lagi buat pulkam. salam kenal :)

    [Reply]

  5. cipto on June 18th, 2011

    kapan nikahnya?

    [Reply]

    phiy Reply:

    wait and see :pop:

    [Reply]

  6. giewahyudi on June 19th, 2011

    Ya udah daripada ribet mending nikah siri aja yukk..

    [Reply]

    phiy Reply:

    :D

    [Reply]

  7. fonega on June 19th, 2011

    cari untung aja X( X(

    [Reply]

  8. Mabruri on June 19th, 2011

    mahal juga ya & ribet juga…
    baru tau saya ttg harga biaya pernikahan… :D

    [Reply]

  9. choirul on June 19th, 2011

    busyet dah, pegawai KUA aja kayak gitu ya, harusnya mereka kan lebih tahu soal agama….. negara ini sudah amburadul….

    [Reply]

  10. ibnu on June 19th, 2011

    wah ini nih yang dinamakan kapitalisasi pernikahan

    [Reply]

  11. nisa on June 19th, 2011

    Waduhh… padahal kalau ayah saya, >:D dulu biasanya di desa pujon), :boat: meski nantinya hanya dapat sekotak jajanan desa, ayah saya tetap menjalankan tugasnya dengan semangat *)

    [Reply]

    nisa Reply:

    *lho kok gak lengkap komenku, ada yang ilang*

    padahal kalau ayah saya, beliau insyaAllah tidak kan pernah mematok apa pun mbak.. meski tempatnya jauh dan berliku, juga sangat gelap kalau sore hari kabut turun (kebetulan dulu di KUA pujon, daerahnya cukup berliku dan curam, lebih tinggi daratannya daripada Batu), meski nantinya hanya dapat sekotak jajanan desa, ayah saya tetap menjalankan tugasnya dengan semangat *)

    [Reply]

    phiy Reply:

    temenku juga bilang, klo di daerah masih murah dan wajar. Di kota doang keknya ni nis yg model begini. Serba mahal di Kota Matrepolitan. Ahiks..

  12. kicau kata on June 20th, 2011

    Jadi… kalo di daerah lebih murah daripada di kota metropolitan ya? Kalau gitu cari bidadari dari daerah aja ah… ;)

    [Reply]

  13. Orin on June 20th, 2011

    Kok aku lupa ya mba Phiy, pas kmrn nikah biaya KUAnya berapa?? *amnesia*

    [Reply]

  14. noped on June 21st, 2011

    Di indonesia ini semua serba ribet, mau nikah aja ribet :))

    [Reply]

  15. hanif mahaldy on June 21st, 2011

    kalau dari kota lain dipindah KTP aja dulu, disamakan, hehe, biar gak mondar-mandir…

    [Reply]

  16. andre on June 22nd, 2011

    beda biayanya jauh banget ya dari tarif aslinya. cepet kaya dah KUA

    [Reply]

  17. @helgaindra on June 25th, 2011

    nikah di Jakarta mahal juga ya
    ckck

    [Reply]

  18. brand on July 1st, 2011

    wah masih ada ya kua yang nakal seperti kua tebet orang mau nikah aja mahal biaya pencatatannya, ksian kan orang yang kurang mampu untuk bayar biaya di luar pemerintah tetapkan.yang mau bahagia memang pasti gak mudah salah satu hambatannya yaitu contoh di atas.

    salam hangat ,

    [Reply]

  19. little0 on July 5th, 2011

    tadi pagi saya berniat mau urus surat2 nikah di KUA..karena saya akan menikah dengan orang asing pak penghulunya minta biaya 4 juta :roll: akhirnya surat2 yang udah saya kasih ke penghulunya saya minta lagi..sekarang jadi bingung harus gimana..mau ke kua lain tapi kayanya sama ajahhh

    [Reply]

    phiy Reply:

    Mba di daerah mana? Jakarta kah?
    Aku pernah denger ada KUA teladan. Coba search di google. Klo udah ketemu, coba tanya berapa biaya di KUA teladan tsb. Klo murah, mba bikin surat pindah nikah aja, utk pindah ke KUA teladan tadi. Semoga biaya pindah nikahnya bisa jauh lebih murah :)

    [Reply]

  20. aRuL on July 11th, 2011

    semoga dilancarkan ya prosesnya :)

    [Reply]

  21. Budi on August 24th, 2011

    tolong kalo menulis lebih detail lagi supaya tidak menimbulkan fitnah,,, pengalaman saya belum lama ini ketika mengurus pernikahan, saya tidak diminta harus menyediakan uang buat penghulunya diluar kemampuan kita,,, semua tergantung keikhlasan dan keridhoan kita memanggil penghulu diluar jam dinas, kita suruh untuk datang kerumah, minta tolong untuk memberi nasihat juga… mungkin semacam uang ucapan terimakasih begitu dech,,, yang penting ada keikhlasan didalamnya…

    [Reply]

    phiy Reply:

    lebih detail seperti apa? Informasi apa lagi yang mas Budi butuhkan? Jika saya punya informasi yang dibutuhkan, insyaAllah saya beberkan semua. Perlu dicatat, tidak ada fitnah di sini. Hanya ada realitas. Saksinya saya, suami saya, dan ayah saya. Saya rasa cukup dalam syariat. Terimakasih :)

    [Reply]

    Budi Reply:

    maaf,,, maksud saya klo benar ada ucapan dr penghulu tersebut yang meminta dan mengharuskan penganten bayar sejumlah uang misalnya 900rb,,, kenapa tidak dilawan aj,,,, klo menurut penganten itu sudah tidak benar,,,, berdasarkan informasi yang saya dapatkan pernikahan bisa dilangsungkan tanpa ada biaya sama sekali ( GRATISSS ) bagi yang tidak mampu dan dilangsungkan di kantor KUA pada hari kerja,,,, bagi penganten yang ingin menikah dihari libur dan memanggil penghulu kerumah, kebijaksanaan dr kita saja untuk uang jasanya sebagai ganti waktu dan tenaganya….

    phiy Reply:

    yap. Setau saya utk mrk yg tidak mampu, teorinya, bs gratis. Tapi saya ga tau kenyataan di lapangan :P Saya rasa tidak ada yg salah dlm tulisan saya, mengenai berapa tarif dan bagaimana cara KUA mematok tarif utk kelas menengah.

    Sekedar informasi tambahan. Pihak kami sudah melobi, kami sampai bilang “utk menikah di gedung itu saja kami harus susah mnabung pak”. Tapi apa jawab ketua KUA? Dia bilang “Yaa utk pihak KUA juga ikut ditabung lhaa. hehe”. Ckckck. Akhirnya saya ga jd nikah di gedung. Saya nikah di rumah, KUA dpt bayaran di bawah harga yg sdh sya posting. Dan uang itu diterima dgn wajah muram.

    Coba bapak lihat komentar dari mas tri di bawah dan komentar lain di atas (yg mau nikah dgn WNA). Lihat apa yg dikeluhkan mrk. Ini baru yg disuarakan, blm lg yg ngga kedengeran keluhannya. Itulah kenyataan pak, bukan fitnah :)

  22. tri on September 9th, 2011

    ini lebih gelo lg paket mw ngurus pernikahan kk gue di KUA tebet paket 3,5jt OMG,astagfirullah….trus kata penghulunya bisa di nego kesepakatan kedua belah pihak… untuk pendaftaran 200rb, administrasi 500rb, dan selebihna??????????????OMG, istighfar trs deh…

    [Reply]

    phiy Reply:

    parah! Kok bs 3,5 juta gmn ceritanya? Emang kakaknya nikh dmn? Dan klo boleh tau, maharny apa? Kok bs segitu?

    [Reply]

  23. Budi on September 19th, 2011

    disekeliling kita sering menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturannya, sesuatu yang salah, tidak benar, amburadul,,, dan lebih sering lagi kita melihat kesalahan dan kebobrokan orang lain tapi jarang melihat kekurangan, kesalahan, kebobrokan diri pribadi kita…. mari kita mencoba tuk sering-sering melihat aib kita sendiri daripada membicarakan aib orang lain, diselingi dengan tambahan doa supaya mereka2 yang kurang benar dan salah diluruskan oleh yang maha kuasa ntah darimana jalannya…

    [Reply]

    phiy Reply:

    Yuk didoakan. Skedar catatan, membeberkan kezaliman “pemerintah” yg terorganisir dan terang-terangan berbeda dgn membongkar aib “personal”. Apakah Rasululloh dulu hanya diam dan do’a dlm mnghadapi penindasan dan pembodohan? Saya rasa tidak. Ada perlawanan, baik dgn perang, atau sekedar kritik, atau minimal menolak dlm hati. Dan tulisan inilah salah satu bentuk perlawanan saya trhdp kezaliman KUA. :)

    [Reply]

    Benny Ohorella Reply:

    Betul sekali mbak, yg kita bicarakan di sini bukan pribadi seseorang tapi suatu organisasi apalagi organisasi ini bagian dari negara, yg mengurusi hajat hidup kita semua, yg kita biayai dgn uang pajak kita, yg pemimpin2-nya kita serahi mandat dgn pemilihan umum, tentu kita berhak untuk mengontrolnya secara terbuka. Mereka itu public servant, pelayan masyarakat.

  24. rasyaramadhan on October 5th, 2011

    eh para pengulu sadar akan hari penghisapan diakhirat. rakyat mau nikah aja msih dijajah. harusnya penghulu ngajak orang2 yg pd berjinah,untuk nikah, eh mau nikah aja biayanya dikorupsi.

    [Reply]

  25. Odon on December 5th, 2011

    Tuk semua orang yang hendak nikah, biaya pencatatan nikah itu berdsarkan UU adalah Rp. 30.000, dengan catatan nikahnya pada hari dan jam kerja dan dilaksanakan di KUA. Waktunya ditentukan oleh KUA. Adapun kalau nikahnya di luar KUA dan waktu nikahnya pada hari libur ya wajar donk kalau ada kelebihan pembayaran. Kalau merasa keberatan ya nikahnya di KUA donk. Wonk kalau kita ke RSU aja, tarif tindakan dokternya cuma Rp. 20.000. tapi kalau dokter dipanggil ke rumah kita tarifnya bisa nyampe jutaan gan. Tapi kenapa ya pada kasus biaya dokter nggak ada yang ngeributin. Jangan nuduh dulu korupsi, nggak baik.

    [Reply]

    phiy Reply:

    aku ga nuduh korupsi lho ya ;))

    [Reply]

    rifza Reply:

    saran saya embak : Biar objektive coba dipelajari peraturan perundang-undangan tentang pencatatan pernikahan dan bagaimana prosedurnya, sehingga bisa dipahami bayar Rp. 30.000,- prosedurnya seperti apa dan bagaimana ? Maksudnya, agar kita bisa memahami satu persoalan tidak dari sisi konsumen saja, tapi dari sisi pihak yang memberikan pelayanannya juga. Kalau menurut saya, sebesar apapun harga pelayanan yang kita berikan dan dengan harga tersebut sebanding dengan kepuasan pelayanan yang kita dapatkan, sebenarnya tidak masalah. Contoh ketika melangsungkan resepsi pernikahan dan mengeluarkan uang untuk bayar gedung resepsi, atau tukang rias nikah, atau konsumsi tamu undangan, yang pengalaman saya samapai mengeluarkan uang sebesar Rp. 20.000.000,-, dan itu hanya dinikmati dalam waktu kurang lebih 1 hari, tetapi kepuasan yang kita dapat sebanding dan harga yang dikeluarkan, toh kita tidak mempermasalahkan. Memang sih, kalau pembicaraan mengenai harga pelayanan pencatatan nikah, dilakukan di KUA dan terjadi kesepakatan atau seolah-oleh dipaksakan, hal itu kurang baik juga. Oleh karena itu, pertanyaannya apakah embak bersedia dengan membayar Rp. 30.000,- dengan konsekuensi segala urusan administrasi pernikahan diurus oleh sendiri tanpa melibatkan pihak lain ? Terimakasih.

    phiy Reply:

    Sebenernya berapapun biayanya asal ada dasar aturan ga masalah. Misal, 1.000.000 berdasarkan UU no. sekian, kemudian diberikan kuitansi. It’s ok. Di sini yg jadi masalah “tarif asal tembak” dan tidak ada kuitansi.

    Budi Reply:

    satuju buangeeettt…. mau enak buat selamanya pake ribut sgala.. klo gak ridho ngasih penghulunya, ngasih seikhlasnya aj n
    gak usah ngomong ke yg laen,, khawatir kagak barokah…

    [Reply]

  26. bersyukur on December 12th, 2011

    [-(

    terimakasih mba phiy atas informasi nya,

    memang penyelewengan aturan ini perlu di bahas dan diselesaikan bersama, kasihan teman- teman dan adik adik kita yang berniat tuk menikah tetapi terhalang oleh salah satunya biaya pernikahan yang cukup tinggi. Rezeki yang didapat kadang manusia lupa dan menginginkan lebih :D
    Mari kita bersama benahi kesalahan sistem ini, tidak perlu dengan emosi, memang tidak mudah membenahinya,

    Tuhan maha adil dan bijaksana.

    Semangat terus ya teman, jangan biarkan kesalahan/ ketidakbaikan berada disekeliling kita. :)

    [Reply]

  27. saya on December 15th, 2011

    wahh artikelnya bagus mba,,

    saya baru saja mengurus surat nikah,,

    datang langsung disuruh ketemu penghulu,,,

    pas ditanya biaya brp biasanya 2jt-3jt,,

    aku langsung syok krn tau dri temen biasanya biaya 750rb..

    dia sebut lagi biayanya minimal 1,5jt :-?

    [Reply]

    phiy Reply:

    Astagfirullah :-O
    KUA mana mba kalo boleh tau? Apa di sana juga pake prosedur “wawancara” seperti yg dilakukan ketua KUA tebet? Tega nian mereka :|

    [Reply]

    saya Reply:

    ada di KUA jakarta timur,,,

    malah agak aneh,,

    sempet di oper ke penghulu yg lain pas tau aku digedung..

    ada “ngobrol2″ sih nanya mas kawin sama ada form yg mesti ngisi pendapatan sebulan brp..

    knp disama ratakan ya orang yang menikah digedung pasti orang mampu :(
    pdhl kan blm tentu…

    phiy Reply:

    sama ternyata ya. Dulu di Tebet jg ga malu-malu tuh ketuanya bilang “Kalo nikahnya di gedung X tarifnya 600 – 750″. Padahal nikah di gedung jg terpaksa krn keinginin ortu. Akhirnya ayahku yg turun tangan buat protes, alhamdulillah bisa ditekan sampe 250 :D

    Aku pernah denger dr temenku KUA pasar minggu disiplin dan gak mahal, tapi kayaknya mesti repot lagi kalo mau “pindah nikah”.

  28. saya on December 15th, 2011

    wuaaahhh murah banget bisa 250rb…

    y mudah2an aj aku jadi berkah yaa…

    Amin…

    [Reply]

    phiy Reply:

    Aamiin, semoga dilancarkan ya pernikahannya :)

    [Reply]

  29. vicky on December 17th, 2011

    baru tahu kalo semahal itu..

    [Reply]

  30. dwi on December 17th, 2011

    Boleh nanya dong tips-nya..
    Ini tentang penghulu sebaiknya ‘pungli’nya diserahkan ketika hari-H atau sebelum yah? :)

    Terima kasih,
    Doa kelancaran dan keberkahan perkawinan untuk kita semua

    [Reply]

    phiy Reply:

    Utk biaya pencatatan dibayar pas daftar. Untuk penghulunya, aku dulu diminta utk bayar sbelum hari H. Katanya sih spy ga ganggu acara :)

    [Reply]

    dwi Reply:

    Makasi banyak, btw langsung dalam amplop saja kalau seperti itu yah tanpa perlu negosiasi mungkin?
    Maaf banyak bertanya :D

    Salam,

    phiy Reply:

    pas daftar biayanya udah dipatok, klo di KUA tebet 150rb, ga pake amplop karena dianggap “resmi”. Nah, nanti biaya penghulu ada nego2nya. Klo udah sepakat, sebelum hari H (mungkin pas seminar pra nikah) disuruh dateng lagi bawa amplop :)

  31. wildferine on December 20th, 2011

    kita laporkan aja ke KPK yoooookkkk :payung: ….kayaknya ini juga salah satu faktor pemuda atau pemudi jadi urung menikah. :jedot: .al hasil mereka terjerumus pada perzinahan.. [-X na’udzubillah mindzalik.. :ctar: .nah lo..mereka :(|) yang menjabat kok jadi bejat >:) gitu ya…gak takut ya ma balasan dari Allah….

    [Reply]

    Budi Reply:

    sesama muslim jngn saling menghujat n menghukum sebelum tahu pasti kebenarannya… apakah kita sendiri jg sudah bersih dari dosa…

    [Reply]

  32. Mohamad Taufik Baletty on December 27th, 2011

    Data tentang PP No. 1/2000 dan SK Gubernurnya, bisa dicari di mana yaaa. Saya sudah coba ke situs resmi Pemprov DKI, tapi produk hukum yang dimaksud tidak tersedia.

    [Reply]

    phiy Reply:

    Aku mengutip dari kata2 Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta di artikel yg ada di postinganku itu. Kalopun aslinya tidak ada, ini BENCANA :o Untuk sesuatu yg udah ada aturannya aja bisa diselewangkan apalagi yg ga ada aturan. Innalillahi :(

    [Reply]

    Azzy Reply:

    Iya, siapa yang tau linknya, kalau kita mau membaca SK pemerintah ini dimana ya sebenernya pusat informasinya, seharusnya pemerintah mengupload SK di web masing2 departemennya, kenapa ga dilakukannya ya. Itukan sebuah informasi pula.

    [Reply]

  33. Azzy on January 3rd, 2012

    Kesimpulannya masyarakat butuh transparan dalam segala urusan di Pelayanan Publik ini, lebih baik di tiap KUA ditunjukkan dalam papan pengumuman Persyaratan serta jumlah biaya sesuai SK (Surat Keputusan) dari Kementrian Agama.
    Klo memang mahal biayanya semua org bersedia asal jelas, ini semuanya disamar-samarkan saja dan dibodohi orang-orang dengan terbatasnya pengetahuan mereka dengan dalil untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok mereka.
    Itu sudah melanggar sumpah janjinya kepada Allah dan Negara sebelum diangkat menjadi pegawai PNS, yang isinya kurang lebih maksudnya ” berjanji tidak memperkaya diri sendiri atau pun bersama karena posisi jabatannya”. Jabatan itu amanah seharusnya orang2x di KUA lebih paham agama mengerti itu, dan sangat mulia dia bekerja tanpa Pamrih ke masyarakat(berani menolak pemberian orang-ini melatih supaya dia tidak suka menyogok atau disogok yang merupakan perbuatan tercela).
    Mengenai menikah tadi, sebenarnya yang menikahkan itu bukan penghulu tapi kan orang tua/keluarga dari pihak wanita, penghulu hanya sebagai pencatat administrasi pernikahan dan itu juga untuk keperluan Negara, artinya negara yang berkepentingan untuk tertib administrasi seharusnya bagaimanapun juga di gratiskan atau memang murah.
    Dan seharusnya orang yang membimbing pernikahan itu bukan penghulu tetapi seorang Ustadt di lingkungannya atau yang ditunjuk oleh keluarga sendiri (bebas yang penting tercatat di buku nikah para pengantin), itu menurut pribadi saya yang lebih baik.
    Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan.

    [Reply]

    Budi Reply:

    biayanya sudah jelas 30,000 dan biasanya sudah dipampang di kantor KUA…. lebih baik kita usulkan nikah hanya boleh dilaksanakan pada hari kerja dan jam kerja di kantor KUA,,, karena kalo banyak yang melaksanakan di hari libur, penghulunya menjadi sasaran empuk terkait masalah biaya,, padahal penghulu juga manusia yang butuh libur bersama keluarga dihari libur, tetapi harus lembur juga… kasihan benar penghulu,, jadi tersangka melulu…

    [Reply]

  34. Budi on January 4th, 2012

    saya beberapa kali survey langsung berbicara dengan para penganten yang habis ke kua untuk mendaftarkan nikah,, hasilnya mayoritas mengatakan tidak diharuskan membayar sekian sekian sekian sebagai ucapan terimakasih penganten terhadap penghulu untuk memanggilnya di hari libur, menyita waktu rehatnya dirumah bersama keluarga,, walaupun ad yang mengatakan dipatok…. mayoritas mengatakan biaya yang besar itu bukan untuk KUA n Penghulu, tapi diluar itu, seperti sewa gedung, katering, marawis, acara adat, tenda, suvenir dll… malah mungkin dikatakan buat penghulu tdk sampai 2,5 % dari total biaya pernikahannya…
    mari kita mencoba tuk bersikap arif dalam melihat suatu masalah dan juga menginstropeksi diri kita masing2 sebelum mengintropeksi orang laen…

    [Reply]

    phiy Reply:

    @mas budi:
    ya mari kita memeriksa diri sendiri, juga peduli terhadap kezaliman yg dilakukan pemerintah pada masyarakat. Setidaknya masyarakat harus dapat pelayanan yg fair, termasuk oleh para PNS yg katanya pelayan negara.

    Untuk KUA Tebet saat kami ke sana tidak ada kejelasan biaya, apalagi semurah itu 30.000.

    Saran mas budi tentang pekerjaan penghulu yg berkaitan dgn jam kerja sebaiknya langsung dikasih ke negara. Jelas yg disampaikan mas Azzy ini benar, kalo kita butuh transpran. Berapa tarif menikah di luar dan berapa di dalam, berapa tarif di dalam jam kerja dan berapa di luar. Bukan berdasarkan gedung/rumah, WNI/WNA, jumlah mas kawin, dsb. Atau kalo mau ditambahkan ke pilihan tarif jg gpp, asal ada aturan yg jelas. Mereka yg komentar di sini keluhannya sama toh, diminta tarif tinggi tanpa aturan.

    Beda sama RS, semahal apapun RS, mereka sudah punya tarif yg jelas. RSK Dharmais misal, mereka butuh bahan kima untuk kemoterapi, alat ini, alat itu. Pasien tidak protes karena tau untuk apa biaya itu. Begitupun di puskesmas dan RS lain. Belum pernah ada dokter yg matok tarif sendiri.

    Saran kepada penghulu (khususnya penghulu metropolitan), jika memang gaji yg diberikan tidak mencakup bekerja di luar hari kerja: 1) Protes ke pemerintah, toh pemerintah tau kecendrungan orang menikah ya di luar hari kerja, so gajinya mesti mencakup itu, 2) Kalo ga berani protes, ya jangan jadi penghulu. Jadi penghulu ya harus ikhlas kerja di luar jam kerja, mereka pasti udah tau resiko pekerjaannya. Jangan masyarakat yg jadi sasarannya. Take it or leave it. Gampang toh. B-)

    [Reply]

    Azzy Reply:

    @phiy
    Adik saya (perempuan)mau nikah bulan Januari 2012 ini, yang mengurus orang tua saya. Ternyata di KUA Batuceper TNG dikenakan biaya Rp 500.000 ditanyakan kwitansi oleh orang tua saya jawabnya petugas tidak ada.
    Setelah ditanya kepada orang yang kemarin menikah disini sama biayanya 500ribu. Belum lagi tambahan biaya mengurus surat pengantar RT dan RW, dibilang suka rela ga juga karena sudah ditetapkan sepihak.
    Tiap-tiap KUA beda-beda biaya mengurus pernikahan berarti itu ketetapan KUA masing2 dan seharusnya kepala KUA harus mempertanggung jawabkan itu.
    Klo bener SK pemerintah biaya yang di setor ke negara Rp 30rb sisanya Rp.470.000 gimana pertanggung jawabannya. Dalam janji dan sumpah jabatan sudah melanggar, klo mau ditambahkan/dinaikan sebaiknya tiap KUA membuat Surat Keputusan sendiri aja sebagai tambahan SK pemerintah Pusat.
    Saya ingat nasihat agama, Rezeki itu datang dari mana saja klo kita berjalan di jalan yang di Ridhoi Allah. Dan kita selalu menjaga kehati-hatian dalam mengisi perut kita (maknanya ini sangat dalam). Jadi apakah Rp. 470.000 lebihnya itu Allah meridhoi dibagikan untuk petugas2 di KUA. Jika merasa memang membutuhkan sebaiknya mengharap lah Ridho Allah untuk mendapatkannya salah satunya mungkin dengan membuat SK tersendiri dan itu jelas dapat di pertanggung jawabkan nantinya.
    Mudah-mudahan kita selalu mendapatkan Ridho Allah dari setiap apa saja yang kita usahakan untuk mencari rezeki.
    Amin…

    phiy Reply:

    Akupun dulu minta kuiansi, tapi ngga dikasih. Aku baca di artikel yg kukutip di postinganku memang “tarif” penghulu yang bikin harga beragam di antara KUA. Tapi…. Ada tapinya, Wakil ketua KUA yg diwawancarai untuk artikel tsb pun bilang bahwa t.i.d.a.k d.i.b.e.n.a.r.k.a.n bagi penghulu untuk m.e.m.a.t.o.k tarif. Biaya penghulu harus didasarkan suka sama suka.

    It’s so different from reality. Khususnya realita yg aku dan mas Azzy alami dimana penghulu udah matok sekian rupiah dan susah untuk ditawar. Pengalamanku bisa ditawar, tapi itu setelah ngotot2an dengan bapakku selama sejam di kantor ketua KUA.

    Aku punya keinginan untuk mengadukan masalah ini. Tapi kemana? Dan sayangnya bukti pun aku ngga punya, karena ya KUA sendiri ngga berani ngasih kuitansi.

  35. Naza on January 17th, 2012

    Wah,.. gitu yaa ?? kebetulan ane mau nikah nih sama yayang ane di daerah tebet, februari nnt. iya, pas kmaren juga yayang ane ngasih formulir buat diisi, mengenai gaji mempelai, jabatan, mahar juga .. [-( mudah2an ga gede2 amat yaa .. [-O< [-O< malah ntar tgl 19 jan besok ane kudu ikut pemaparan nikah di KUA tebet nih, tolong share yaa gan.. di KUA ntar mo ngapain aja??

    [Reply]

    phiy Reply:

    kebetulan aku ga ikut pemaparannya mas, ga sempet waktu itu. hehe :D

    [Reply]

  36. eka on January 27th, 2012

    saya(perempuan)mau nikah bulan maret 2012 ini, yang mengurus saya & calon suami sendiri. Ternyata di KUA pancoran mas depok dikenakan biaya pendaftaran Rp 300.000 biaya pemaparan nikah Rp 40.000 biaya penghulu Rp 500.000 betapa kagetny saya & calon suami mendengarnya sangat jauh sekali dari biaya pencatatan nikah sebenarnya hanya Rp. 85.000,- saja untuk pernikahan di luar KUA dan Rp. 35.000,- di KUA . Knp pelayanan Publik masih aja ada Pungli alias pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Kantor Urusan Agama (KUA) ???

    [Reply]

    Azzy Reply:

    @ Eka
    Jadi kurang lebih @ Rp 840.000 ya, bu..! coba ditanyakan kuitansinya, apa yang saya perkirakan memang benar, di tiap KUA berbeda-beda padahal peraturan pemerintahannya pasti sama diseluruh Indonesia.
    Ayo kepada petugas di KUA siapa yang berani bertanggung jawab mengenai perkara biaya nikah hitam diatas putih, ada kah yang bisa menerangkan ke kami-kami tentang ketidak jelasan ini dari pihak KUA.

    [Reply]

  37. Sari on February 2nd, 2012

    emang spt itu realitanya. cerita tmn saya yg jadi staff sebuah kua sebuah kab di jawa barat, org mau nikah di wilayah tsb hrs keluar kurang lebih 600 ribu utk urus admnistrasi pencatatan. +- 300.000 terdistribusi ke amil (pembantu PPN) dan aparatur di kantor desa. (memang daftar nikah mengisi formulir N1, N2, N3, N4 yg tersedia di desa/ tanda tangan kepala desa). trus yg 300.000 lagi setor ke KUA. 300 rb yg di kua tsb katanya 30.000 disetor ke negara melalui rekng BRI (sbgmn PP no 51 Th 2000). 50.000 masuk kantong penghulu yang nanti hadir di pernikahan. 100.000 masuk ke kocek kepala KUA. 3.0000 – 5.000 buat setiap staff KUA yg ada. Sebagian lagi sbg kas operasional KUA, trus ada yg di setor ke depag kabupaten melalui seksi Urais. Tinggal ngitung aja, itu jika satu peristiwa Nikah. Jika dalam sebulan ada 100 pernikahan di kantor tsb?

    [Reply]

    Azzy Reply:

    Kepala KUA dapet Rp100.000 x 100/bln = Rp 10 jt wiiihhh….
    Bukankan semua petugas disana sudah digaji dari uang rakyat, apakah itu ada peraturannya melakukan seperti itu?
    Klo ada enak bener ya..! malah lebih besar dari pendapatannya sebagai Kelapa KUA.

    Pertanyaan saya, Halal atau di halalkan pendapatan seperti itu, dalam Islam sendiri klo ragu-ragu TINGGALKAN. Sebaiknya Departemen Agama buat fatwa untuk lingkungannya sendiri mengenai itu.

    Satu lagi yang jadi pertanyaan, pada saat buat Laporan SPT Tahunan Pajak pribadi para Kepala KUA itu apakah ada dibuatkan sumber pendapatan lain dari itu, (di namain apa ya dari Bisnis bukan banget, pungutan ga enak banget kedengerannya, nah bagusnya pendapatan apa itu)

    [Reply]

  38. Devi Oktavira on March 9th, 2012

    Sangat menarik semua pembahasan teman2 disini.

    Dan itu juga yg sekarang sedang sedikit menganggu dalam pikiran saya, biaya resmi pencatatan pernikahan apakah sama di seluruh KUA Indonesia atau tidak.

    Apakah ada yg pernah punya pengalaman menikah atau pindah nikah ke KUA Menteng? Dan menikah dengan orang asing? Dari cerita teman2 biasanya mereka menjadi sasaran empuk untuk “membayar mahal”..

    Beberapa teman yg menikah dengan orang asing di daerah beruntung tidak membayar terlalu mahal.

    [Reply]

  39. khasiat dan manfaat gamat luxor on March 10th, 2012

    makasih ya atas infonya

    [Reply]

  40. muchson thohier on May 15th, 2012

    saya seorang penghulu dirembang jawa tengah. ketika petugas menyakan nama calon pengantin, nama wali, status, besar mas kawin dsbnya, sbnrnya bkn utk menebak status sosial mereka, namun itu untuk data akte nikah. sebagai lembaga pencatatan perkawinan kua menerbitkan akte nikah dg data2 tsb. dan kutipannya berupa buku nikah. utk di daerah saya biaya satu juta bisa digunakan untuk 10 orang. apalgi kaau nikahnya di kua, hanya mengeluarkan biaya 44 ribu. 30 ribu utk setor pnbp nr ke negara. 14 ribu untuk ganti dua buku: buku panduan keluarga muslim dan 1 eksemplar majalah nasehat dan perkawinan. klo petugas mengutip biaya tdk sesuai ketentuan minta kwitansi saja pak.

    [Reply]

    phiy Reply:

    @muchson thohier,

    Yang saya tau penghulu di daerah memang lebih arif dibanding penghulu metropolitan. Bapak temen blog saya juga seorang penghulu di derah Jawa dan ga pernah memungut biaya besar kecuali yang diperlukan.

    Soal tebak status sosial, maaf coba dibaca lagi. Pertanyaan bukan seputar “nama calon pengantin, nama wali, status, mas kawin”. Pertanyaan tersebut sudah ditanyakan di luar kantor penghulu, di meja tukang catet, hmm apa namanya, sekretaris mungkin. Pak sekretaris menanyakan hal itu memang untuk dicatat. Dicatat di depan mata kami yang memang untuk data. Sementara, setelah itu di dalam kantor kepala KUA (yg juga penghulu), kami ditanyakan soal pekerjaan kami, pekerjaan orang tua, dan tempat pesta. Setelah itu pak kepala itu pasang tarif. Kami tawar lebih murah, dia keberatan dan bilang kira2 seperti ini..

    “waah, biasanya kalo tempat nikahannya di gedung “X”, bayarnya ngga segitu”

    Padahal gedung “X” itu termasuk terjangkau dan biasa dipakai kelas menengah.

    Kwitansi udah diminta, tapi kita ga dikasih.

    Mungkin bapak bisa bantu saya dengan memberikan nasehat kepada penghulu di kota besar seperti Jakarta supaya bisa mengikuti kearifan penghulu daerah.

    [Reply]

    muchson thohier Reply:

    @phiy, sebenarnya bila reward and punisment ditegakkan sungguh2 hal2 yang diluar ketentuan akan mudah diminimalisir. persoalannya ini salah satu penyakit kronis birokrasi kita.klo anda pengin membantu dan peduli pada image kementerian agama, saat mengalami peristiwa seperti itu catat aja namanya. syukur2 bisa didokumentasikan termasuk dialog2 yg terjadi. saya yakin itu akan menjadi shock-therapy utk oknum2 nakal seperti itu. jujur saya jg gemas dg masalah biaya nikah yg sering berlipat dari ketentuan. syukron…

  41. lina on May 28th, 2012

    [-( duh jd parno euy, insya allah juli mau nikah, kemarin dah nanya biaya Rp 800.000,- nikah di KUA Tajur halang Bogor, kalo dirumah lain biayanya tp belum matok berapa. anehnya di minta ft copy izajah terakhir, lohhh ????.

    [Reply]

    phiy Reply:

    @lina,
    buat apa tuh fotocopy ijazah terakhir? Buat data aja kali ya.
    Kalo bisa mba, paksa minta kuitansi aja :)

    [Reply]

  42. adjeng on May 30th, 2012

    =:D> salut karna sudah membahas ttg pelayanan publik yg satu inie…
    jika menikah itu adalah takdir Allah untuk manusia agar tak melakukan dosa perzinahan, sudah sepatutnya pihak2 terkait membantu kelancaran prosesnya tanpa “mempersulit” muda mudi bangsa inie!!!

    bagi yg menyurutkan niat baik, dialah termasuk golongan syetan yg menyesatkan!!! dosa besar karna dengan tidak menikah manusia telah menyekutukan Allah yg maha dzat!!!

    [Reply]

  43. nuno on July 29th, 2012

    bapak presiden, bapak menteri Agama, bapak tokoh Agama, bapak tokoh masyarakat… tolong bantu kami rakyat indonesia di permudah dalam mengurus surat-surat menikah di Kantor Urusan Agama (KUA),.. Mereka semua di KUA sudah Melanggar Hukum Tuhan (karna mempersulit orang yang mau menjalankan nikah) dan Hukum Dunia berdasarkan pada (PP Nomor I/2000 dan SK Gubernur Nomor 169/087.417)tentang retribusi biaya nikah…

    [Reply]

  44. dianonnie on August 23rd, 2012

    saya jg baru urus surat nikah, di KUA makasar jakarta timur, biaya pendaftaran/form nya 150rb, waktu ditanya buat apa, petugasnya malah sewot dan bilang ‘itu biaya wajib, emang gak pernah urus nikah ya?’ lah emang saya baru mau nikah kan? ckck

    trs dikasih telp penghulunya buat nego harga, dan blm apa2 penghulunya sdh pasang tarif paling murah katanya 1 – 1,5 jt(blm termasuk qori, saritilawah, kl pake tambah 500rb. semakin mahal tempat resepsi semakin ditembak harganya, dan harus dilunasi H-10.

    [Reply]

    phiy Reply:

    @dianonnie,
    terimakasih mba sudah share pengalaman. Mudah2an makin banyak yg berani share biar bs jd pelajaran :)

    [Reply]

  45. mamat on October 11th, 2012

    kalo boleh aku berpendapat, mungkin berbeda dengan sampean semua.
    memang benar biaya nikah (pencatatan nikah) itu hanya Rp. 30.000,- itu yang diatur negara.
    proses nikah selanjutnya menjadi tanggung jawab wali, besarannya di tempat kami sudah diatur bersama oleh kepala desa, pembantu PPN dan orang yang menikah. paling keseluruhan tahun ini 2012 tak lebih dari 300 ribu, dan katanya sudah dengan penghulu.
    kalo tak mau keluar biaya lebih dari 30.000, ya harus dilakukan sendiri katanya.
    surat keterangan nikah yang biasa ditanada tangani kepala desa ditanda ta ngani sendiri.
    menikahkan juga dilakukan sendiri oleh wali.
    dilaksanakan di kantor pada jam kantor. katanya

    [Reply]

  46. udin on October 17th, 2012

    Di KUA tempat ane, setelah bayar berbagai macam biaya administrasi, ngadep penghulu eehh malah penghulunya masang tarif, sudah ga malu-malu lagi dia, penghulu berkata: kalau adek nikahnya di rumah biayanya 600ribu, kalau di gedung itu dikali 3 saja, biar pas digenapin saja dua juta…..

    [misuhnya diedit ya :) - admin]

    [Reply]

  47. rifza on November 27th, 2012

    Biaya pencatatan nikah Rp 30.ooo,- dengan prosedur sebagai berikut :
    1. Mengurus surat keterangan untuk nikah dari mulai RT, RW, kelurahan/desa dengan melampirkan KTP, KK, akta kelahiran;
    2. Dengan membawa surat keterangan untuk nikah dari kelurahan kemudian daftar ke KUA setempat pada 10 hari kerja dari hari akad nikah, membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp. 30.ooo ke BRI.
    3. Pada 10 hari kerja catin dan wali nikah datang ke KUA untuk melaksanakan pemeriksaan dan mengikuti penataran BP-4. Dan 10 hari kerja tsb. dilakukan pengumuman kehendak nikah untuk memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang berkebaratan atas berlangsungnya pernikahan.
    4. Pernikahan dilaksankan di KUA pada jam dan hari kerja (jam 08.00 s/d 16.00).
    5. Pernikahan di luar KUA, transport dan akomodasi petugas ditanggung oleh keluarga.

    Terimakasih.

    [Reply]

  48. zulchi on December 25th, 2012

    Sepertinya tiap tahun tarif nya semakin mahal. G jd nikah aja dech biar jomblo trs #:-S :(( (*)

    [Reply]

    phiy Reply:

    bukan solusi yg bijak :p

    [Reply]

  49. setsuna on January 7th, 2013

    biaya nikah mahal juga ya..
    Pungli nih oknum KUA nya tapi kok merata di setiap kota [-(

    [Reply]

  50. dony on March 27th, 2013

    —-(maaf mas dony, komentarnya dengan bahasa yang santun aja ya, tidak perlu pake capslock, terimakasih :) )edited by admin——

    [Reply]

  51. joko on April 3rd, 2013

    Ane tadi malem baru aja buat surat pengantar dari RT, cuman karena pak RT nya lagi gak ada di rumah jadi belum jadi,,, ongkos 15 ribu langsung masuk ke kas RT…

    Nah masalahnya kalo baca pengalaman-pengalaman di sini kok serem-serem yak..

    Rencananya sih mau nikah di KUA nya… coba lihat deh bakal di palak apa gak…. [-O<

    [Reply]



Leave a Reply

© Copyright ● Blognya Afiy 2011. All Rights Reserved. Theme designed by Skechie.